Showing posts with label Artis Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Artis Indonesia. Show all posts

Monday, September 20, 2010

Brandon IMB (Indonesia Mencari Bakat) Trans TV

Brandon IMB

Siapa yang tak kenal Brandon,ya, Brandon de Angelo, bocah imut 8 tahun yang memiliki bakat tari yang memukau. Ternyata dia berasal dari Surabaya, Jawa Timur lho... Bisa terlihat dari gaya bicaranya yang "kagok", lucu banget.hehe :)

Kecil-kecil cabe rawit, ia tunjukkan seluruh kemampuan tari didepan para juri IMB (Indonesia Mencari Bakat) hingga membuat para juri dan penonton histeris. Go go Brandon...

Sekedar informasi IMB dari judulnya saja bisa ditebak, acara yang disiarkan Trans TV merupakan ajang mencari bakat yang bersifat umum. Talenta hebat personal maupun grup menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang terus saja disuguhkan sinetron yang menurut FIANZONER, jenuh. Dengan nonton IMB, setidaknya ada warna tersendiri dalam menonton acara TV yang menghibur, istilahnya jadi fresh.githu...

 Masih sedikit informasi tentang Brandon de Angelo. FIANZONER akan terus up date. Jadi jangan lupa kunjungi FIANZONER lagi ya...


Nama Lengkap: Brandon de Angelo
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Umur: 8 tahun
Agama: Kristen
Asal: Surabaya, Jawa timur
Bakat: Dance/Break Dance
Cita-cita: Dancer/Penari

Ini dia foto imut-imutnya. didapat saat googling dan sebagian lagi dari kapanlagi.com.

Bangun tidur atau apa ya...

Waduh imutnya...






gayane rek...:)




Thursday, July 29, 2010

Agnes Davonar

Agnes Davonar

FIANZONER bangga dengan semangat dan perjuangan Agnes Davonar (novelis bersaudara) yang tentu saja menjadi pemacu bagi kita untuk terus berjuang dan berkarya dalam keadaan apapun. Sumber terkait  bisa Anda dapatkan di http://fajar-aryanto.blogspot.com/2010/04/agnes-davonar-novelis.html atau langsung meluncur ke http://lieagneshendra.blog.friendster.com/ . Selamat membaca...


Kanker Sebagai Cobaan dan Kesuksesan

Sempat bersembunyi di balik nama Agnes Davonar, sosok penulis novel best seller ini pun lantas muncul di depan para penggemarnya. Banyak orang menyangka bahwa Agnes Davonar adalah nama dari satu orang penulis, tapi ternyata merupakan gabungan dua orang kakak beradik yang menyatukan ide dalam tulisan. Hingga saat ini, novel bertajuk ‘Surat Kecil Untuk Tuhan’ telah mampu menarik perhatian para pencinta novel tak hanya dalam negeri saja, tapi juga di luar negeri. Lalu bagaimana kisah kakak beradik yang semasa kecilnya hidup dalam keterbatasan ini?
Tuhan…
Andai aku bisa kembali…
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini…
Tuhan…
Andai aku bisa kembali…
Aku tidak ingin ada hal yang sama terjadi padaku terjadi pada siapapun…
Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untukMu Tuhan…
(diambil dari Surat Kecil Untuk Tuhan, karya Agnes Davonar)
Tulisan yang diambil dari novel keduanya tersebut sempat membuat para pembacanya terhanyut dalam kesedihan. Novel yang diangkat dari sebuah kisah nyata anak yang terkena kanker itu kemudian laris di pasaran bak kacang goreng. Nama Agnes Davonar sebagai penulisnya lantas mulai dikenal orang sebagai novelis yang cukup diperhitungkan. Ternyata perjalanan hidup sang penulis tak jauh berbeda dengan kisah sedih yang ditulisnya itu. Tak jarang pula, pertolongan Tuhan muncul di sepanjang hidup yang mereka jalani.
Kakak Beradik. Ditemui di salah satu kafe di sebuah mal di Jakarta Barat beberapa waktu lalu, kedua kakak beradik yang mengusung nama Agnes Davonar nampak sumringah saat bertemu dengan Realita
 
Agnes Davonar merupakan gabungan nama antara kakak beradik yang lahir dari sebuah keluarga dengan kondisi berkecukupan pada awalnya. Sang kakak, Agnes Li terlahir pada 7 Oktober 1986. Sedangkan adiknya, Teddy Li lahir pada 8 Oktober 1989. Keduanya merupakan anak dari pasangan mendiang Ng Bui Cui dan Bong Nien Chin (56). Sang ayah berprofesi sebagai seniman pembuat tulisan kaligrafi Cina. Sedangkan ibunya kerap membantu penghasilan keluarga dengan membuat berbagai macam kue penganan kecil. 
 
Ng Bui Cui sebenarnya berasal dari Taiwan dan hijrah ke Indonesia pada tahun 1980-an. Di Kalimantan, tepatnya di daerah Singkawang, ia bertemu dengan wanita yang kemudian dinikahinya. Lahirlah anak sulung, Angel Li pada tahun 1984. Dua tahun kemudian, Agnes pun lahir ke dunia di Pontianak. Saat Agnes duduk di bangku kelas 1 SD, keluarganya memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan memulai kehidupan baru sambil sang ayah kembali menjual tulisan kaligrafi Cina buatannya. Barulah pada tahun 1989, Teddy Li lahir di Jakarta. Awalnya, kehidupan keluarga disokong oleh pekerjaan sang ayah menjual kaligrafi Cina. 
 
Agnes sendiri mengenyam pendidikan SD hingga SMA di Pelita, Jakarta Barat. Setelah lulus SMA, Agnes kemudian memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Universitas Bina Nusantara, Jurusan Sastra Mandarin. Sedangkan Teddy yang usianya lebih muda tiga tahun, menempuh pendidikan di SD Pelita. Selepas menamatkan pendidikan SD-nya, Teddy melanjutkan ke SMP dan SMA Bhinneka, Jakarta.  
 
Kanker Merenggut Ayahnya. Kondisi keuangan keluarga yang awalnya tercukupi dengan penghasilan sang ayah, lantas berubah drastis. “Ayah kita sebenarnya sudah mulai sakit-sakitan,” aku Teddy, sang adik. Namun, sang ayah sendiri tak pernah menunjukkan tubuhnya yang sakit kepada keluarganya. Hingga akhirnya tahun 2002, sang ayah divonis menderita penyakit kanker paru-paru yang sudah kronis. 
 
Seiring berjalannya waktu, kondisi tubuh Ng Bui Cui tak mengalami perbaikan. Sebaliknya, ia justru semakin tak berdaya melawan penyakit kanker yang terus menggerogoti tubuhnya. Namun, pihak keluarga justru tak menyangka sebelumnya lantaran sang ayah yang selalu memperlihatkan tubuhnya seakan-akan masih sehat. Mereka justru yakin kondisi tubuh ayahnya akan mencapai kesembuhan. Kenyataan justru berkata lain, selang tiga bulan setelah divonis, nyawa sang ayah akhirnya menyerah terhadap penyakitnya yang semakin mengganas. 
 
Selain menyisakan kepedihan yang teramat dalam, kepergian sang ayah juga cukup menggoyahkan keuangan keluarga. Sang tulang punggung keluarga tak lagi ada di sisi mereka. Istri yang sekaligus ibu dari Agnes dan Teddy pun memutar otaknya untuk menghidupi ketiga anaknya. Keahlian membuat tulisan kaligrafi Cina tak menurun kepada ketiga anaknya. Sehingga, ketiga anaknya tersebut tak mampu melanjutkan bisnis mendiang sang ayah. 
 
Menjajakan Kue. Alhasil, ibunya lantas berusaha menghidupi ketiga anaknya dengan menjajakan kue penganan kecil buatannya. “Dulu, pagi-pagi sebelum berangkat ke sekolah, kita sudah terbiasa mengantarkan kue,” kenang Agnes. Kebiasaan itu terpaksa dijalani agar mereka dapat hidup sepeninggal sang ayah. Kondisi keuangan yang semakin goyah ternyata harus berakibat buruk pada pendidikan Agnes. “Saya berhenti kuliah ketika semester 2,” aku Agnes. Ketiadaan biaya untuk membayar kuliah yang cukup mahal menjadi alasan utama Agnes keluar dari kuliahnya.
Berhenti kuliah memang membuat Agnes tak kuasa menahan rasa sedihnya. Namun, tak ada lagi sisa uang yang dapat dipergunakan untuk membayar kuliah di Universitas Bina Nusantara. Demi berputarnya roda kehidupan keluarga, lambat laun Agnes mampu menerima kenyataan tersebut. Ketiga kakak beradik, Angel, Agnes dan Teddy lantas bertekad untuk mencari penghasilan demi membantu kehidupan keluarga. Begitu pula yang dilakukan oleh ibu mereka dengan memutuskan menjadi seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan. Merasa kebutuhan keluarga tak tercukupi dengan hanya menjual penganan kecil, sang ibu akhirnya merelakan tak bertemu dengan ketiga anaknya untuk bekerja di negeri seberang. Di Taiwan, sang ibu bekerja sebagai seorang perawat dari seorang kakek renta. Penghasilannya dapat mencukupi kehidupan ketiga anaknya yang ditinggal di Jakarta. Sejak akhir tahun 2002 hingga 2005, sang ibu merantau di Taiwan. 
 
Setiap bulan, sang ibu selalu mengirimkan hasil kerja payahnya di Taiwan. Di Jakarta sendiri, Agnes yang sudah putus kuliah lantas berusaha mencari pekerjaan. Teddy yang masih duduk di bangku SMA pun melakukan hal yang sama. Meski, keahlian menulis petuah dalam kaligrafi Cina tak dimiliki Agnes dan Teddy, kepiawaian seni menulis ternyata telah menjadi bakat terpendam kedua kakak beradik ini. Terlebih lagi, selepas sang ayah meninggal. “Meninggalnya ayah menjadi inspirasi tersendiri bagi kita untuk menulis,” ungkap Teddy yang diiyakan Agnes. 
 
Awalnya, Agnes dan Teddy menulis novel dan berusaha menawarkan ke berbagai penerbit agar mendapatkan penghasilan tambahan guna membantu penghidupan keluarga. Tapi, dari sekian kali menawarkan hasil tulisan, seluruhnya ditolak oleh pihak penerbit. Kegagalan demi kegagalan selalu menjadi ujung yang mengecewakan bagi keduanya. “Ternyata menulis untuk mendapatkan uang itu adalah kesalahan terbesar kita,” ungkap Teddy. Mereka pun mulai mengubah tujuannya menulis. Pertengahan tahun 2007, Agnes dan Teddy mulai menulis di internet melalui blog Friendster yang mereka buat sendiri. 
 
Tulisan novel atau cerita yang dimasukkan ke dalam blog, diakui Teddy merupakan hasil pengalaman kehidupan pribadi dan orang lain. Dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh banyak orang, puluhan cerita diposting ke blog. Seiring makin banyaknya tulisan yang mereka masukkan ke dalam blog, semakin banyak pula orang yang membaca hasil tulisan keduanya. “Dalam waktu 6 bulan, kita sudah menghasilkan 12 cerpen dan 1 novel online,” aku Teddy. Sejak awal, Agnes dan Teddy sepakat untuk mengusung nama Agnes Davonar sebagai nama gabungan keduanya. Titik ledak ketenaran Agnes Davonar terjadi saat menelurkan novel online kontroversial yang menceritakan kisah sebuah lagu yang dibuat oleh sosok gadis bernama Geby yang bunuh diri karena patah hati. “Itu novel kita yang paling fenomenal,” ujar Agnes. 
 
Kanker Menjadi Best Seller. Nama Agnes tentunya diambil dari nama Agnes sendiri. Sedangkan Davonar sebagai identitas nama bagi Teddy diambil dari nama seseorang yang pernah memiliki kedekatan dengan kedua kakak beradik ini. Bahkan blog Friendster milik Agnes Davonar mampu menyabet peringkat pertama yang paling banyak dikunjungi orang dari sebuah web top100.com. Cerita yang menarik dengan gaya penulisan khas anak muda sudah menjadi ciri khas karya Agnes Davonar. Nama Agnes Davonar menjadi bahan perbincangan di forum-forum dunia maya. Ketenaran lantas mulai diraihnya setelah menerbitkan novel keduanya bertajuk ‘Surat Kecil Untuk Tuhan’ pada pertengahan tahun 2008. Novel yang diangkat dari kisah nyata seorang anak bernama Keke yang telah meninggal akibat penyakit kanker tersebut telah menjadi best seller tak hanya di dalam negeri saja. Di Taiwan, novel itu laris di pasaran. 
 
Awalnya kisah Surat Kecil Untuk Tuhan ditulis di dalam blog Agnes Davonar. Banyak pembaca blognya yang memuji cerita tersebut. Alhasil, cerita itu dibuat dalam bentuk buku. Seperti halnya di blog yang mengundang banyak pembaca, novelnya pun laris di pasaran. Terlebih lagi, setelah tampil di sebuah acara talkshow di salah satu televisi swasta. Saat menulis novel perdananya tersebut, Agnes dan Teddy tak jarang menitikkan air mata karena kesedihan yang sangat tergambar jelas dari kisah nyata itu. Apalagi, kanker juga pernah merenggut sang ayah, yang sangat mereka cintai. 
 
Bagi Agnes dan Teddy, inspirasi yang datang dari meninggalnya sang ayah karena kanker telah menjadi inspirasi dan motivasi yang sangat besar pengaruhnya terhadap kesuksesan yang mulai diraihnya saat ini. Tak hanya itu saja, perjalanan hidup yang sempat menghantarkan Agnes dan Teddy dalam sebuah kondisi yang kekurangan dan kemudian diubah menjadi kehidupan yang sangat mencukupi, merupakan sebuah mukjizat dari Tuhan. Mereka tak pernah membayangkan hanya dalam waktu tak lebih dari dua tahun dapat mengeluarkan dua novel yang sukses dalam hal tingkat penjualan. 
 
Seandainya, sang ayah masih ada dan melihat hasil karya kedua anaknya, Agnes dan Teddy akan sangat bahagia karena telah membanggakan ayahnya. Namun, keduanya patut bersyukur dengan apa yang didapat dengan cara menghasilkan karya yang berkualitas bagi masyarakat. “Tahun ini, kita akan meluncurkan tiga buku lagi,” ujar Teddy. “Kita juga berencana akan membuat skenario film,” ungkap Agnes menambahkan. 

Tuesday, June 8, 2010

Profil The Virgin

Profil The Virgin

 Akhirnya nambah posting artis dalam negeri juga. Buat Threealvinosta semoga terhibur...

Meski namanya The Virgin Band, namun lebih pas disebut duo. Digawangi oleh dua cewek cantik, Dara dan Mitha, The Virgin telah meramaikan blantika musik Indonesia dengan hits andalan ‘Cinta Terlarang’. The Virgin merupakan band yang berada di bawah payung Republik Cinta Management (RCM) yang dipresideni oleh Ahmad Dhani.

Biografi Dara The Virgin | Profil Dara Rizki Ruhiana :
Nama Lengap : Dara Rizki Ruhiana
Nama Kecil : Dara
Nama Beken : Dara The Virgin, Dara Mamamia
Tempat Lahir : Tasikmalaya
Tanggal Lahir : 9 Agustus 1991
Nama Ayah : Asep Ruhiat
Nama Ibu : Nunung Mardiana
Prestasi : Finalis Mamamia Show 2008
Band : The Virgin Band
Manajemen : Republik Cinta Manajemen

Kegemaran menyanyi rupanya membuat Dara juga menyukai film-film India. Selain itu pemakan daging dan sambal ekstra pedas ini juga rupanya menggemari kegiatan membaca novel.



Profil Mitha The Virgin Band | Biografi Mitha The Rock Indonesia :
Nama Lengkap : Cameria Happy Pramita | CH Pramita
Nama Panggilan : Mitha
Nama Artis : Mitha The Virgin | Mitha The Rock Indonesia
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : 2 Januari 1986
Hobi : Ngapain aja
Nama Ibu : Emmy Sofyana
Pendidikan Terakhir : SMA
Makanan Favorite : Bakso
Grup musik Favorite : Muse
Jenis Musik Paling Diminati : Apa aja!! Buat mitha musik itu adalah karya cipta terindah, jadi semuanya mitha suka.
Posisi : Gitaris | Vokalis
Grup Band : The Rock Indonesia Band | The Virgin Band
Lagu Ciptaan Mitha : Lagu Cinta Terlarang | Lagu Belahan Jiwa

Di awal tahun 2009, wanita kelahiran Jakarta 2 Januari 1986 ini menyeberang ke Band The Virgin bersama Dara. Meski sudah jadi artis dan penuh kesibukan, anak Emmy Sofyana ini masih suka jajan bakso.


The Virgin telah mendapatkan penghargaan di ajang SCTV Music Award 2010 untuk kategori Album Pendatang Baru Duo/Group. Salah satu bukti bahwa The Virgin diterima oleh masyarakat Indonesia meskipun beredar kabar mereka berdua terlibat hubungan terlarang alias lesbi. Saat browsing FIANZONER menemukan Facebook Anti The Virgin (ATV). Wah...bisa jadi musuh besar fans berat Virginity nih. Yang paling menggelitik ada satu komentar fans berat The Virgin menolak habis ATV, FIANZONER baca isinya begini ....." Emang ngomong apa aja group ATV itu? Aku udah males liat2. Takut kebawa emosi trus gue bom tuh group. Gue sumpahain orang yg punya ide ciptain group itu. Kalo ketemu di jalan gue gampar pake sandal bakiak." Yah, sungguh fans yang hebat, semangat membela band pujaannya sampai panas dalam begitu. Semoga tidak terjadi perang beneran ! Jangan merasa anti dengan apa yang Anda pikir itu buruk, lihatlah kebaikannya pasti semua akan nampak indah. 



Video From Youtube 

Friday, May 14, 2010

Luna Maya

-BIODATA-
Nama Lengkap : Luna Maya
TTL : denpasar, bali, 26 agustus 1983
Pendidikan Terakhir : Universitas Paramadina, jurusan Hubungan International
Zodik : Virgo
Tinggi Badan : 173 cm

-SINETRON-
* Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi
* Inikah Rasanya
* Tersanjung 6
* Dan
* Kau dan Aku
* Ada Cinta
* Rahasiaku
* Dunia Tanpa Koma
* Anggun
* Cahaya Surga
* Sujudku
* Bunga Hati Keladi
* Akhir Cinta
* Yasmin
* Dewi
* Cinta Dan Anugrah 
  
-FILM-
* 30 Hari Mencari Cinta (2004)
* Bangsal 13 (2004)
* Brownies (2005)
* Cinta Silver (2005)
* Jakarta Undercover (2006)
* Pesan Dari Surga (2006)
* Ruang (2006)
* Coklat Stroberi (2007)
* Love (2008)
* In The Name Of Love (2008)
* Cinlok (2008)

* Asmara Dua Diana (2009)
* Janda Kembang (2009)
* Ratu Kostmopolitan (2010)

-IKLAN-
* Lux
* Zestea
* Sarimie
* Vitalong C
* Bu Krim Detergen
* XL

* Silverqueen
* McDonald's
* Gudang Garam Merah
* Impressions
* Cussons Imperial Leather
* Batik Keris
* Sunsilk

* Toshiba Regza
* Sepatu Bata



-PRESTASI/PENGHARGAAN-
* Bintang Lux 2006
* Nominasi Pemeran Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2006

* Indonesia Kids Choice Awards 2009 : Artis Wanita Favorit
* Indonesia Kids Choice Awards 2009: Nominator Pembawa Acara Favorit
* Panasonic Awards 2009: Nominator Presenter Musik Variety Show terfavorit
* Panasonic Awards 2009: Nominator Aktris Terfavorit

Ada yang mau nambahin nggak ya...selain hubungannya dengan Ariel Peterpan?



Sandra Dewi

Biografi :
Sandra Dewi yang memiliki nama lengkap Monica Nicholle Sandra Dewi Gunawan Basri adalah seorang bintang model dan juga bintang akting Indonesia.

Meski tergolong pendatang baru, Sandra yang suka makan ular dan monyet ini begitu cepat dikenal masyarakat lewat aktingnya di QUICKIE EXPRESS bersama dengan Tora Sudiro dan Aming serta sinetron kejar tayang CINTA INDAH.

Lahir di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, 18 Agustus 1983, sulung tiga bersaudara ini hijrah ke Jakarta pada tahun 2001 untuk melanjutkan kuliah di London School Of Public Relations.

Putri pasangan Andreas Gunawan Basri dan Chatarina Erliani ini mengawali karirnya melalui pemilihan Miss Enchanteur 2002 dan duta pariwisata Jakarta Barat. Namun kemudian Sandra memutuskan untuk konsentrasi kuliah.

Gadis berdarah Palembang, Tionghoa, Sunda, dan Belanda ini mulai memutuskan total di dunia hiburan sejak menjadi juara dua Fun Fearless Female Majalah Cosmopolitan 2006. Di mana salah satu dari jurinya sutradara BERBAGI SUAMI, Nia Dinata.

Nia pula yang kemudian menawari Sandra untuk mengikuti casting dan kemudian mendapat peran sebagai Lila di QUICKIE EXPRESS.

Lewat film QUICKIE EXPRESS, Sandra terpilih sebagai bintang Pendatang Baru Terfavorit versi Indonesian Movie Award (IMA) 2008.

Selain bakat berakting, Sandra mulai merambah dunia tarik suara. Bersama Dewi Sandra dan Luna Maya mengeluarkan single Play dalam rangka menyambut Euro 2008.

Sandra yang memanggil para fansnya dengan sebutan 'Sanders' ini kembali berakting di layar lebar berjudul TARZAN KE KOTA. Di film ini Sandra juga menyumbangkan suaranya untuk soundtrack film.

Awal 2009, Sandra menjajaki bidang lain yakni sebagai presenter acara musik bertajuk DERINGS di Trans TV bersama Desta Club Eighties.

Pada pertengahan 2009, Sandra terpilih menjadi Duta Lepra. Sebagai Duta Lepra, Sandra bertugas melakukan kunjungan pada penderitanya.

Sukses di dunia karir, ternyata tidak diikuti dengan sukses Sandra dalam hal asmara. Terbukti, Sandra masih betah menjomblo. Padahal tak sedikit laki-laki ganteng dan mapan yang mendekatinya. Sebut saja Delon, dan Donnie Sibarani, vokalis Ada Band, adalah beberapa nama yang sempat dekat dengannya.

Pun begitu bintang FTV PROJECT SATU HATI ini tak menyerah mencari pendamping hidup. Lewat semacam audisi yang ia lakukan untuk memilih laki-laki pilihannya. Dan saat ini ada satu laki-laki dari kalangan non seleb yang dekat dengannya. Dan ia berharap hubungan ini bisa bertahan.

Kiprahnya di dunia film membuat Sandra menjadi duta Gelaran Festival Sinema Prancis yang digelar di 15 kota di Indonesia. Sandra mampu dengan fasih menjelaskan bahwa film dapat menjembatani multikulturalisme antar negara.

http://www.kapanlagi.com/


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...