Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Sunday, July 17, 2011

Renungan Tentang Seseorang yang Mencintaimu

1. Seseorang yg mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, dimata dia, kamulah satu-satunya.

2. Seseorang yg mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah/gila/jengkel/stres. Tp ia tdk pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia lakukan, karna semua yg ia lakukan adalah utk kebaikanmu.
3. Seseorang yg mencintai kamu, jarang memujimu, tetapi di dlm hatinya kamu adalah yg terbaik, hanya ia yg tau.

4. Seseorang yg mencintai kamu, akan marah-marah atau mengeluh jika kamu tdk membalas pesannya atau telp nya, karna ia peduli dan ia tdk ingin sesuatu terjadi ke kamu.

5. Seseorang yg mencintai kamu, hanya menjatuhkan airmatanya di hadapanmu. Ketika kamu mencoba utk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup/berdenyut/bergetar utk kamu.
6. Seseorang yg mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yg kamu ucapkan,bahkan yg tdk sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata2 itu tepat waktunya.

7. Seseorang yg mencintai kamu, tdk akan memberikan janji apapun dgn mudah, karena ia tdk mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu utk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yg paling bahagia dan aman selama lamanya.

8. Seseorang yg mencintai kamu, mungkin tdk bisa mengingat kejadian / kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, tp ia tau bhw setiap detik yg ia lalui, ia mencintai kamu, tdk peduli hari apakah hari ini.
9. Seseorang yg mencintai kamu, tdk mau berkata Aku mencintaimu dgn mudah, karna segalanya yg ia lakukan utk kamu adalah utk menunjukkan bhw ia siap mencintaimu, tetapi hanya ia yg akan mengatakan kata I Love You pada situasi yg spesial, karna ia tdk mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bhw ia mencintai dirimu. Seseorang yg benar2 mencintai kamu, akan merasa bhw sesuatu harus dikatakan sekali saja krn ia berpikir bhw kamu telah mengerti dengan sendirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bhw tdk ada yg akan membuatnya bahagia/tersenyum.

10.Seseorang yg mencintai kamu, akan pergi ke airport utk menjemput kamu,dia tdk akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yg kamu harapkan. Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan: "Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari?" dengan hatinya yg tulus. Seseorang yg mencintai kamu, tdk tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah bbrp jam. Jika kamu menanyakan: mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata: Ketika kamu marah, penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi, ketika kamu sudah tenang,penjelasannya baru akan benar2 bekerja/manjur/berguna.

12.Seseorang yg mencintaimu, akan selalu menyimpan semua benda yg telah kamu berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan ' I LOVE U ' ada di dalam dompetnya dan Seseorang yg mencintaimu, jarang mengatakan kata2 manis. Tp kamu tau, 'kecupannya' sudah menyalurkan semua......
13.Seseorang yang mencintai kamu, akan selalu berusaha membuatmu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu..

14.Seseorang yang mencintaimu akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi...dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri.

15.Seseorang yang mencintaimu...akan rela melepaskanmu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia...dan ia akan ikut bahagia walau mengatakan kata I Love You pada situasi yg spesial. Karena ia tdk mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bhw ia mencintai dirimu.
Seseorang yg benar2 mencintai kamu, akan merasa bhw sesuatu harus dikatakan sekali saja krn ia berpikir bhw kamu telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bhw tdk ada yg akan membuatnya bahagia/tersenyum.

Wednesday, June 29, 2011

Renungan Arti Sebuah Persahabatan


Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.



Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.


Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABATMU

Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu

Monday, June 27, 2011

Renungan Tentang Makanan dan Kelaparan


Hari ini setelah mengunjungi situs Youtube, FIANZONER mendapat pelajaran berharga. Mari bersama-sama kita renungkan. Pernahkah kita makan direstoran siap saji? Pernahkah kita menyisakan setiap makanan yang kita santap? Pernahkah kita memikirkan orang diluar sana yang kelaparan sedangkan kita menyisakan makanan yang kita santap ? Pernahkah kita melihat ada satu kisah (true story) menyedihkan dibalik kenikmatan kita menyantap makanan direstoran siap saji ? Disini kita akan melihat sebuah pelajaran yang menempa hati kita, pelajaran berharga yang bisa menguatkan hidup kita.
Deskripsi yang lebih mendalam terdapat didalam video dibawah ini.


FIANZONER : Semoga bermanfaat dalam kehidupan kita untuk selalu berbagi dengan sesama ^.^

Saturday, June 25, 2011

Renungan Sebuah Cangkir


Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.

Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

 
Renungan :
Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.

Wednesday, June 22, 2011

Renungan Mengapa Harus Ada Pelajaran Matematika ?


Suatu saat ada siswa bertanya, mengapa harus ada pelajaran matematika di sekolah?
Melihat dari mimik mukanya dan mendengar nadanya bertanya, saya lebih cenderung untuk menyatakan, bahwa siswa tersebut bertanya karena kesal, daripada benar-benar ingin tahu sebabnya mengapa.

Dia kesal karena pelajaran matematika baginya dirasakan lebih banyak menyusahkannya daripada menyenangkannya. Pelajarannya susah dimengerti, PR nya susah dikerjakan, lagipula banyak jumlahnya. Belum lagi bapak-ibu guru sering memasang wajah 'seram' dengan harapan dapat lebih berwibawa (?). Dia juga rupanya tidak tahu apa gunanya belajar matematika itu. Pokoknya dia merasa sama sekali tidak tertarik dan tidak butuh akan pelajaran tersebut.




Memang dari dulu sampai sekarang pelajaran matematika umumnya dijauhi dan dihindari anak-anak. Mengapa? Mungkin beda pandangan terhadap pelajaran tersebut antara orang tua, siswa dan guru sehingga menimbulkan perbedaan motivasi dari ketiganya.

Orang tua yang menganggap matematika itu memang pelajaran yang susah, apalagi mengingat sejak dari dia masih bersekolah dulu, tidak pernah mendapat nilai yang baik, merasa tidak perlu mendorong putra putrinya untuk mempelajarinya lebih baik lagi, apalagi melihat nilai putra putrinya ternyata sudah jauh lebih baik dari dirinya sendiri.


Mungkin pula sebaliknya, justru dulu dia tidak bisa, sekarang anak-anaknya harus bisa. Bahkan sedemikian pentingnya matematika itu, sehingga dia memberi dorongan yang berlebihan. Yang penting harus jadi juara. Mula-mula juara kelas, lama lama juara dunia. Sehingga dengan tidak disadari, dia lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri daripada kepentingan sang anak. Apalagi untuk ingat apakah anaknya itu suka atau tidak terhadap matematika, bahagia atau tidak karenanya, itu tidak penting, sebab seringkali orang tua beranggapan sebagai seorang anak yang baik harus menurut saja apa kata orang tuanya.


Mungkin juga disebabkan oleh guru yang sedemikian terobsesi dengan matematika, sehingga terjebak dalam perolehan angka anak-anak dalam setiap tes yang diberikannya, tidak peduli anak memahami atau tidak, yang penting 'dapat' mengerjakan tes dengan hasil yang bagus, sekalipun dengan jalan tidak jujur. Atau mungkin juga ada rekan guru yang terjebak pemikiran bahwa kita bisa mengajarkan apa saja, kepada anak umur berapa saja asal dengan cerdik.


Kebanyakan guru berhenti mengajar sebatas semua bahan telah selesai diajarkan, dan bukan sebatas sampai anak bisa. Paling jauh sebatas sampai anak mengerti.

Untuk dapat sampai pada batas 'anak bisa', banyak sekali yang harus diusahakan dan dikerjakan, bahkan guru harus merelakan sisa waktunya untuk melengkapi, mengulang, menjelaskan sekali lagi dengan cara yang berbeda, bukan saja berbeda dengan cara yang baru saja diterangkan, tetapi berbeda untuk anak yang satu dengan lainnya, di luar jam sekolah.
Dan juga berusaha untuk mengetahui apa, bagaimana, mengapa dan pada bagian mana anak tersebut 'tidak bisa', agar tepat sasaran dan tidak buang waktu. Untuk itu semuanya, jelas guru tidak bisa atau tidak mau melaksanakannya karena tidak ada waktunya. Karena menurut pepatah: "Time is Money", maka tidak ada waktunya bisa diganti jadi tidak ada duitnya. Bukankah lebih santun mengatakan, maaf tidak ada waktunya, daripada maaf, tidak ada duitnya (?!).

Mungkin juga disebabkan karena anaknya sendiri yang tidak menyukai pelajaran tersebut. Atau mungkin pula pada mulanya dia termotivasi untuk mempelajarinya, namun lama kelamaan menjadi tumpul atau ditumpulkan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Oleh saudara-saudaranya yang lebih tua atau kakak-kakak kelasnya di sekolah yang menyatakan matematika itu makin lama akan makin sulit dan itu pasti akan menyengsarakannya.


Mungkin juga karena sudah sedemikian jauh mempelajari matematika, masih belum tahu apa gunanya, seolah-olah matematika itu jauh sekali dari kehidupannya sehari-hari.


Sebetulnya masih banyak lagi sebab untuk itu, seperti misalnya guru kurang mempersiapkan diri dengan baik, beban pengajaran yang tidak merata, pertahapan penyajian materi yang kurang benar, kurikulum yang meragukan, dan sebagainya. Mungkin pula bapak-ibu guru terlalu cepat memberikan penilaian buruk terhadap jawaban anak-anak, sehingga anak-anak terdorong untuk mencari jawaban benar menurut bapak-ibu guru dari pada benar menurut dirinya sendiri.

Lama kelamaan anak-anak pun tidak berani dan tidak mau angkat tangan lagi menjawab pertanyaan guru.

 

Kalau saja dari sejak mula pertama anak diperkenalkan dengan matematika dengan biasa-biasa saja, tidak ditakut-takuti, lebih baik lagi kalau kesan pertamanya mudah dan menyenangkan, saya yakin semua kemelut tentang matematika tidak akan ada, atau setidaknya mudah diatasi.


Bagaimana pendapat Anda ?

Sumber: Facebook Renungan Seorang Guru 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...