Tuesday, May 25, 2010

Cerita Sedih

Cerita Sedih

Ini benar-benar cerita sedih yang pernah saya baca. Coba Anda baca dan renungkan. Semoga bermanfaat...

Beberapa tahun yg lalu, seorang gadis 15 tahun bernama Lisa Marie meninggal gantung diri di rumahnya. Dia seorang gadis manis dan tinggal di Michigan. Lima hari setelah kematiannya ,ibunya menemukan buku hariannya di kamarnya.
Ibunya ingin mengetahui sebab kematiannya.

Berikut adalah isi buku harian tsb :

> > November 7,1999
Dear Diary, hari ini hari pertama sekolah di Michigan. Pada saat saya masuk kelas, saya diejek murid2 cowok yang menyebut saya org aneh. Inilah awal hari yg buruk. Kemudian bbrp murid cewek cantik dan populer mendatangi saya dan memperkenalkan diri mereka. Mereka mengatakan saya org terjelek yang pernah mereka temui. Saya pun menangis. Saya lalu pulang ke rumah dan menelepon Jake. Saya pikir hari ini akan menjadi lebih baik. Namun dia katakan bahwa hubungan jarak jauh tidak bisa bertahan ; sekarang dia tinggal di California. Lalu saya katakan bhw saya mencintainya dan rindu padanya. Tetapi dia mengakui bhw alasan dia pacaran dengan saya adalah karena dia ditantang teman2nya. Dia lalu memutuskan hubungan padahal kami sdh berpacaran selama 2,5 tahun.

November 9,1999
Saya sungguh rindu pada Jake. Tapi dia merubah ! nomor telp-nya shg saya tdk bisa menghubunginya. Hari ini seorang cowok populer mengajak saya ke pesta dansa. Kemudian cewek2 cantik kemarin mengajak saya makan siang bersama. Wow, sungguh menyenangkan !

November 10,1999
Saya sedang menangis sekarang. Ternyata cowok itu brengsek. Dia menumpahkan minumannya pada baju saya lalu cewek2 itu mengoyak baju saya. Semua orang menertawakan saya. Lalu nenek memberitakan bhw papa dan mama tabrakan pagi ini dan mrk dlm keadaan kritis.
Saya tdk sanggup menulis lagi.

November 11,1999
Hari ini Sabtu , nenek dan saya di rumah sakit sepanjang malam. Papa meninggal pagi ini. Mama lumpuh seumur hidup. Sewaktu di RS , nenek baru tahu dia diserang kanker perut dan harus dikemoterapi. Saya masih tdk percaya papa sdh meninggal. Saya sudah capek menangis. Saya letih. Saya harus tidur.

November 12
Papa tdk meninggal ! Tidak mungkin ! Ini semua hanya mimpi. Hidup saya sempurna. Jake msh mencintai saya. Saya tidak bisa menulis lagi. Saya sudah menangis terlalu lama. Saya ingin mati. Bawalah saya.
Keesokan harinya Lisa ditemukan tewas gantung dengan tali berwarna kuning. Saya ibunya. Nama saya Miranda Gonzalez. Saya menulis email ini agar org lain tidak mengalami apa yg dialami anak saya. Ingatlah semua orang ingin dicintai dan dipeluk setiap hari. Tidak ada seorang pun yang pantas diejek dan dihina.
Tak seorangpun yang ingin meninggal seperti anak saya Lisa. Janganlah menjadi orang yang merasa sok popular dan suka merendahkan orang lain hanya karena kita merasa lebih dari mereka. 

Monday, May 24, 2010

Kasih Sayang Orang Tua

Kasih Sayang Orang Tua

Waktu kamu berumur 1 tahun , dia menyuapi dan memandikanmu .... sebagai balasannya ... kau menangis sepanjang malam.

Waktu kamu berumur 2 tahun , dia mengajarimu bagaimana cara berjalan .
sebagai balasannya ... kamu kabur waktu dia memanggilmu

Waktu kamu berumur 3 tahun , dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang .. sebagai balasannya ... kamu buang piring berisi makananmu ke lantai

Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna ... sebagai balasannya .. kamu corat coret tembok rumah dan meja makan

Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..sebagai balasannya ... kamu memakainya bermain di kubangan lumpur

Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah ... sebagai
balasannya .... kamu berteriak "NGGAK MAU ...!"

Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola .... sebagai balasannya .kamu melemparkan bola ke jendela tetangga

Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim ... sebagai balasannya.. .kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu

Waktu kamu berumur 9 tahun , dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu .sebagai balasannya ... kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar

Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun ... sebagai balasannya .... kamu melompat
keluar mobil tanpa memberi salam

Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop .. sebagai balasannya ... kamu minta dia duduk di barisan lain

Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa ... sebagai balasannya .... kamu tunggu sampai dia keluar rumah

Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya .sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode

Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan .. sebagai balasannya ... kamu nggak pernah menelponnya.

Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu ...
sebagai balasannya ... kamu kunci pintu kamarmu

Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil ...sebagai balasannya ... kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa
mempedulikan kepentingannya

Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting .. sebagai balasannya ... kamu pakai telpon nonstop semalaman,

waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA.. sebagai balasannya ... kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu
ke kampus pada hari pertama .... sebagai balasannya ... kamu minta
diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen.

Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya "Darimana saja seharian ini?".. sebagai balasannya ... kamu menjawab "Ah,
cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang."

Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu ... sebagai balasannya ... kamu bilang "Aku nggak mau
seperti kamu."

Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus
perguruan tinggi .. sebagai balasanmu ... kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri

Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah
barumu ... sebagai balasannya ... kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu

Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya
tentang rencana di masa depan ... sebagai balasannya .. kamu mengeluh
"Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu."

Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu ..
sebagai balasannya ... kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat
bayimu ... sebagai balasannya ... kamu katakan "Sekarang jamannya sudah beda."

Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah
satu saudara dekatmu .. sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk sekali,
nggak ada waktu."

Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu ... sebagai balasannya ... kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya

Dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang ... dan tiba-tiba kamu
teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, ... dan itu menghantam
HATIMU bagaikan pukulan godam

Maka..
Jika orang tuamu masih ada, berikanlah kasih sayang dan perhatian lebih dari yang pernah kamu berikan selama ini.
Jika orang tuamu sudah tiada, ingatlah sayang dan cintanya yang telah diberikannya dengan tulus tanpa sayarat kepadamu.

Ada satu lagi, nih..


OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15..000
Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
yang raut mukanya berbinar-binar.
Si ibu mengambil pena dan menulis
sesuatu dibelakang kertas yang sama .

1) Ongkos mengandungmu selama 9bulan- GRATIS
2) Ongkos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) Ongkos air mata yang menetes karenamu -GRATIS
4) Ongkos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu -GRATIS
5) Ongkos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu -GRATIS
6) Ongkos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak
menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si
anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang
ditulisnya: "Telah Dibayar" .

by Beje

Beda Teman Biasa dengan Sahabat

Beda Teman Biasa dengan Sahabat

Teman Biasa : kalau datang diambilin minuman.
Sahabat : kalau datang langsung buka kulkas.

Teman Biasa : selalu mendukungmu kalau memang kamu benar.
Sahabat : selalu mendukungmu sekalipun kamu salah.

Teman Biasa : kalau nelpon bilang, "Halo, ini aku, kamu mau ikut jalan-jalan ke mall, tidak?"
Sahabat : kalau nelpon langsung bilang, "Hei, aku tunggu di mall ya!"

Teman Biasa : kalau ngobrol dimulai dengan kalimat, "Hei. .tahu tidak apa yang terjadi pada saya bla-bla-bla. . ."
Sahabat : kalau ngobrol dimulai dengan kalimat, "Hei. . ada kabar apa nih darimu bla-bla-bla. . ."

Teman Biasa : tidak pernah melihat kamu menangis.
Sahabat : menyediakan bahunya untukmu menangis.

Teman Biasa : selalu bawa hadiah kalau datang kepestamu.
Sahabat : datang lebih pagi untuk menolongmu mempersiapkan kue dan pulang telat karena menolongmu membersihkan ruangan.

Teman Biasa : biasanya kesal
(meskipun cuma dalam hati)
kalau dia terbangun karena kamu nelpon.
Sahabat : selalu bertanya, "kenapa lama tidak nelpon?"

Teman Biasa : penasaran ingin mendengar pengalaman memalukanmu.
Sahabat : bisa- bisa 'memeras'mu karena ia tahu semua pengalaman memalukanmu!

Teman Biasa : mau mendengarkan curhatmu.
Sahabat : mau menolongmu menyelesaikan masalahmu.

Teman Biasa : tidak tahu nama belakang
(bahkan nama depan) ortumu.
Sahabat : mereka punya no telepon ortumu di buku teleponnya.

Teman Biasa : selalu berpikir bahwa persahabatan selesai kalau sampai berantem.
Sahabat : kalau belum berantem berarti belum sahabatan!

Teman Biasa : selalu mengharapkanmu.
Sahabat : selalu menjadi harapanmu.

by nath_potter

Sebuah Janji

Sebuah Janji

Istriku berkata kepadaku yang sedang membaca koran: “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang makan”. Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu. Dia tampak ketakutan, air matanya banjir, di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India/curd rice).

Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yg baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect“-nya.

Aku mengambil mangkok dan berkata “Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama Ayah”.

Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku.Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata “Boleh ayah, akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta… ” agak ragu2, sejenak akan minta sesuatu bila semua nasinya habis.

“Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”
Aku menjawab, “oh pasti sayang”
Sindu tanya sekali lagi “betul nih yah?”
“Yah pasti” sambil menggenggam tangan anakku yang kemerahmudaan dan lembut sebagai tanda setuju. Sindu juga mendesak ibunya untuk berjanji hal yang sama. Istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, “janji” kata istriku.
Aku sedikit khawatir dan berkata, “Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang”. Sindu menjawab, “jangan khawatir, Sindu tidak minta barang-barang mahal kok”

Kemudian Sindu perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah pada istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.

Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap. Dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/dibotaki n pada hari Minggu. Istriku spontan berkata “permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin”.
Juga ibuku menggerutu “jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak
kebudayaan kita.”

Aku coba membujuk “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak”
Tapi Sindu tetap dengan pilihannya “tidak ada Ayah, tak ada keinginan lain” kata Sindu.
Aku coba memohon kepada Sindu “tolonglah, kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami”.
Sindu dgn menangis berkata “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya, kenapa Ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi, seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.”

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku. Janji kita harus ditepati. Secara serentak istri dan ibuku berkata apakah aku sudah gila.
“Tidak” jawabku. Kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu permintaanmu akan kami penuhi.

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak, “Sindu tolong tunggu saya!” . Yang mengejutkanku ternyata, kepala anak laki-laki itu botak. Aku berpikir mungkin botak model jaman sekarang.

Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata “Anak anda Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish, adalah anak saya. Dia menderita kanker leukemia”.

Wanita itu berhenti sejenak, menangis tersedu-sedu, “bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemotherapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek/dihina oleh teman-teman sekelasnya. Nah Minggu lalu Sindu datang kerumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi, hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”

Aku berdiri terpaku dan aku menangis.
Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang KASIH

by Erika McGranger 

Penderitaan Tidaklah Sia-Sia


Penderitaan Tidaklah Sia-Sia


Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam."

"Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya.

Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".

So.. mungkin saat ini anda sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang disekitar anda.. Cobalah untuk tetap tersenyum dan katakan didalam hatimu..., "Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara-mutiara..."

Sumber : Forum Renungan

Saya Belajar

Saya Belajar


Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya,
saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai.

Saya belajar,
bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan
dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya.

Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal
dan kami selalu memiliki waktu terbaik.

Saya belajar,
bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat,
justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali
serta orang yang begitu perhatian pada saya.

Saya belajar,
bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh,
beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati.

Saya belajar,
bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan,
bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya.

Saya belajar,
bahwa sebaik-baiknya pasangan itu,
mereka pasti pernah melukai perasaan saya,
dan untuk itu saya harus memaafkannya.

Saya belajar,
bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain,
kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus-menerus.

Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya,
tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan.

Saya belajar,
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,
tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda.

Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki
tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya.

Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini,
semua butuh proses dan pertumbuhan,
kecuali saya ingin sakit hati.

Saya belajar,
bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi,
atau sikap dan emosi itu yang menguasi diri saya.

Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah,
tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis.

Saya belajar,
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai.

Saya belajar,
bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya.

Saya belajar,
bahwa saya harus belajar dari kesalahan yang pernah saya lakukan dan hidup untuk masa depan,
bukan terus-menerus melihat ke masa lampau.

Saya belajar,
bahwa cinta itu memberi dan mengerti tanpa harus diberi dan dimengerti.

Saya belajar,
bahwa apa yang kita inginkan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita butuhkan,
dan kita harus berlapang dada menerimanya.

Saya belajar,
bahwa keluarga saya adalah harta terbesar yang saya punya.

Saya belajar,
bahwa dengan berterima kasih pada Yang Maha Kuasa,
maka Ia akan memberi rahmat lebih banyak lagi.

Saya belajar,
bahwa saya harus tidak boleh berhenti belajar.

Sumber : Forum Renungan

Sunday, May 23, 2010

Swadesi ???

Swadesi ???

Yang saya tahu bahwa pekan Swadesi adalah pekan dimana kita mamakai baju batik, tapi maksud dan ceritanya seperti apa ya? Akhirnya saya menemukannya...Semoga bermanfaat

Swadesi adalah istilah yang berasal dari India yang dipopulerkan oleh Mohandas Karamchand Gandhi, atau lebih dikenal dengan nama Mahatma Gandhi, bapak pergerakan nasional India. Kerap pula ditulis dengan Swadeshi (Bengali: স্বদেশী, Hindi: स्वदेशी). Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai mandiri atau menyitir istilah Soekarno, "Berdikari" (Berdiri Di atas Kaki sendiRi). Oleh Mahatma Gandhi, ia dimengerti sebagai inti atau jiwa dari Swaraj atau upaya mandiri. Dalam arti luas ia dimaknai sebagai rasa bangga memiliki bangsa sendiri atau nasionalisme.
Asal dan Arti Kata

Kata Swadeshi merupakan turunan dari kata berbahasa Sansekerta (Sanskrit) Sandhi. Bisa juga dimaknai sebagai penggabungan dari dua kata Sansekerta. Swa yang berarti "diri" atau "mandiri" atau "sendiri" dan Desh yang berarti "negara". Bila digabungkan, artinya menjadi "negara sendiri". Sebagai kata sifat, Swadeshi dapat berarti "dari negara sendiri".
Pergerakan Swadeshi

Di India semasa penjajahan kolonialisme Inggris, Swadesi menjadi gerakan yang dilembagakan dalam sebuah organisasi. Bahkan gerakan ini merupakan salah satu yang tersukses sebelum era Gandhi. Bermula dari pemisahan negara bagian Bengal dari koloni Inggris pada 1905, gerakan ini terus membesar hingga tahun 1908. Para pemimpinnya antara lain Aurobindo Ghosh, Veer Savarkar, Lokmanya Bal Gangadhar Tilak, and Lala Lajpat Rai.

Di masa Mahatma Gandhi, Swadeshi makin mendapatkan ruhnya ketika ia mendefinisikannya sebagai "panggilan bagi konsumen untuk waspada tehradap bahaya yang ditimbulkan dari mendukung industri mereka (asing atau penjajah) yang menghasilkan kemiskinan dan berbahaya bagi para pekerja dan manusia serta makhluk-makhluk lain.
Penggunaan Swadesi di Indonesia

Nama Swadesi atau Swadeshi yang bermakna dalam dan berkonotasi nasionalisme serta perjuangan menginspirasi banyak pihak. Sehingga, tak jarang digunakan sebagai nama bagi organisasi atau perusahaan. Akan tetapi yang paling terkenal adalah dua Swadesi berikut:
    * Bank Swadesi. Bank swasta nasional yang dikenal sebagai bank devisa. Didirikan di Surabaya pada tahun 1968 sebagai bank lokal, kepemilikannya berubah pada tahun 1984 dan menjadi bank komersial. Pada tahun 2007, bank ini diakuisisi oleh Bank of India -salah satu bank tertua di India yang berdiri tahun 1906- dan menjadikan bank ini saham mayoritasnya dikuasai pihak luar negeri. Kini sudah listing di Bursa Efek Indonesia sehingga menyandang status Tbk (Terbuka).
    * Koran Swadesi. Koran nasional dengan pemberitaan utama di bidang politik. Terbit dari tahun 1970 dan tutup tahun 1999. Pernah menjadi media massa mingguan dengan oplah ketiga terbesar di Indonesia pada periode 1991-1993. Saat itu oplahnya mencapai 220.000 eksemplar per kali terbit.

Sumber : wikipedia.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...